Lompat ke konten

Crystal Palace Pastikan Kepergian Dougie Freedman

  • oleh

Crystal Palace resmi mengumumkan kepergian salah satu tim manajemen mereka. Dougie Freedman dipastikan telah meninggalkan perannya sebagai direktur olahraga klub ini. Kepergiannya pun ditanggapi dengan kesiapan klub untuk segera mencari pengganti dalam waktu dekat ini. Namun dari beberapa nama yang dirumorkan akan diberikan tugas ini, tak sedikit penggemar mereka yang khawatir karena mulai bermunculan nama-nama yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas ini dengan baik atau bahkan terkesan sedikit kontroversial.

Kepastian dari Crystal Palace

Crystal Palace akhirnya mengambil langkah baru. Mereka baru-baru ini secara resmi mengumumkan kepergian dari salah satu bagian tim manajemen mereka. Dougle Freedman yang mengemban tugas sebagai direktur olahraga di tim ini dikabarkan telah meninggalkan tugasnya untuk menjalankan tugas baru yang diperolehnya di luar negeri.

Kepergian Dougie Freedman menjadi akhir perjalanannya bersama tim sepakbola ini. Sebelum menjalankan tugas sebagai direktur olahraga, ia mengawali perjalanannya bersama mereka dengan menjadi salah seorang dari pemainnya. Dia juga sempat menjadi pelatih mereka dalam kurun tahun 2011 hingga 2012. Kemudian kurang lebih 5 thaun setelahnya, dia mendapatkan penugasan baru sebagai direktur olahraga mereka. Tugas ini pertama kali didapatkannya pada bulan Agustus 2017 yang lalu.

Sosok berusia 50 tahun ini menghadirkan sentuhannya di berbagai area dari operasi klub ini. Dia memiliki kontribusi besar dalam mengenali bakat yang kemudian menjadi target incaran mereka, rekrutmen pemain, sampai mengelola pemain baik yang tergabung di tim utama hingga akademi mereka. Sementara menanggapi kepergian salah satu petingginya ini, Crystal Palace mengatakan kalau dirinya telah menjadi bagian yang berharga dalam perjalanan mereka. Mereka juga mengenang jasanya sebagai kontributor dari Grup Kepemimpinan Senior di klub ini.

Reputasi Gemilang di Crystal Palace

Sosok Dougie Freedman memang sudah begitu melekat bagi semua pemain dan penggemar Crystal Palace. Dia berhasil membangun reputasi yang mengangumkan sebagia seorang direktur olahraga mereka. Namanya semakin dipuji setelah berhasil mendatangkan beberapa pemain penting dalma barisan permainan mereka, seperti Marc Guehi yang kemudian ditugaskan sebagai kapten, Eberechi Eze yang begitu gemilang, dan Adam Wharton yang bertugas sebagai gelandang. Dia juga memiliki peran besar dalam upaya mereka mendapatkan pelatih saat ini, Oliver Glasner, untuk mengamini tugas barunya di Selhurst Park.

Sosok kelahiran Skotlandia ini sebenarnya sempat dirumorkan akan meninggalkan Crystal Palace. Tapi kabar ini nyatanya tak kunjung terwujud. Dia juga sempat dikabarkan menolak penawaran untuk bergabung dengan Newcastle United. Penawaran ini diberikan kepadanya untuk mfenggantikan Dan Ashworth. Namun kembali penawaran ini ditolaknya. Dia justru lebih memilih untuk memperpanjang kontraknya di Selhurst Park di bulan mei tahun lalu. Diirnya juga sempat dikaitkan dengan peran direktur olahraga yang baru di Manchester United. Namanya semakin mencuat setelah Sir Jim Ratcliffe menjadi pemilik baru saham minoritas di klub ini. Tapi pada akhirnya dia kembali memilih untuk tetap bertahan di klubnya saat ini.

Hasil Kerja Freedman

Kini, setelah begitu banyak rumor yang sempat berkembang tentang dirinya, Freedman akhirnya memastikan kalaul dirinya akan segera meninggalkan sang Burung Elang. Beberapa jurnalis olahraga Eropa mengklaim kalau dia akan segera bergabung dengan Al-Diriyah, sebuah klub sepakbola yang tergabung di kasta kedua Arab Saudi. Sama dengan mantan klubnya, dia akan kembali menjalani tugas sebagai direktur olahraga di tempat baru ini.

Freedman memastikan kepergiannya dengan mengunggah pesan di situs utama klub. Seperti yang dikabarkan di beberapa situs, termasuk platform taruhan badminton, pria yang berhasil membentuk Crystal Palace seperti sekarang ini mengatakan kalau dia menyampaikan rasa terimakasih kepada Steve Parish dan pemilik lainnya dari klub ini seerta kepada semua staf, pelatih, dan pemain yang telah bersamanya dalam waktunya di klub ini. Dia juga mengatakan kalau dirinya merasa senang bisa belajar dari mereka dan bekerjasama dengan orang-orang ini.

Dalam pernyataan yang sama, dia menyampaikan rasa bangga dan kehormatannya telah bertugas bagi klub ini dan sekarang dia mereka luar biasa bangga dengan hasil pekerjaannya, dengan dukungan dari pemilik klub ini, dalam mengembangkan klub mereka hingga mencapai kondisi sekarang ini.

Layak Dibaca

Dia kemudian menyampaikan juga kalau meninggalkan klub dengan skuad yang penuh dengan bakat menjanjikan di bawah kepemimpinan dari pelatih luar biasa adalah sebuah kesan yang begitu berharga. Dia sangat yakin kalau Crystal Palace mampu berkembang lebih jauh karena telah dibangun atas fondasi yang begitu solid. Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para penggemar atas dukungan dan dedikasi mereka, khususnya atas dukungan mereka terhadap para pemain baru dan lulusan akademi yang bergabung di Selhurst Park. Menurutnya, Crystal Palace adalah dan selalu akan memiliki tempat di hatinya. Dia akan terus bekerja untuk hasil yang baik dan mengamati perkembangan tim ini dari hari ke hari.

Sementara itu, pemilik klub Crystal Palace, Steve Parish, menambahkan kalau Dougie telah menjadi bagian tak teprisahkan dalam semua hal yang sudah mereka lakukan dalam 8 tahun terakhir. Dia adalah sosok dengan dampak yang luar biasa besar layaknya seorang pelatih dan tentunya dahulu sebagai pemain. Dia kemudian menyampaikan rasa bahagianya telah pernah bekerjasama dengan sosok ini dan berharap mitranya ini bisa mendapatkan masa depan yang cerah. Dalam pandangannya, Dougie Freedman meninggalkan departemen olahraga yang luar biasa dan terstruktur baik sehingga dia yakin akan bisa berkembang dengan jauh lebih hebat.

Sementara itu, menurut beberapa media, mantan direktur olahraga mereka, Iain Moody, yang sedasng menjalankan tugas sebagai direktur manajemen di lembaga Konsultasi Sepakbola Sapienza dalam 10 tahun terakhir ini dan dekat dengan Paris, mulai muncul. Namanya muncul dalam kerangka untuk menjalankan tugas yang leibh menjanjikan di klub ini setelah kepergian Freedman.

Sumber yang berasal dari dalam klub ini menyampaikan kalau Moody akan tetap mempertahankan posisinya di lembaga ini. Bahkan tugas ini bisa saja ditingkatkan. Tapi kembalinya dia ke Selhurt Park dianggap beberapa orang akan menjadi langkah kontroversial.

Memang, Moody meninggalkan mereka setelah bertugas selama 11 bulan dari tahun 2013 hignga 2014. Kepergiannya diwarnai dugaan tindakan rasisme seksisme, dan ujaran bernada homofobia dengan Malky Mackay. Terelasp dari pengunduran dirinya dari Crystal Palace, Moody telah berulang kali terlihat di Selhurst Park mengamati pertandingan di sisi Parish. Dari sinilah rumor ini mulai berkembang.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah penggemar, Moody mengatakan kalau tak jarang orang-orang baik melakukan hal buruk. Dia tak menyangkal anggapan yang diarahkan padanya, tapi menurutnya ini sama sekali tak mencerminkan dan menunjukkan prinsipnya.